menu

Kamis, 26 April 2012

puisi


  Tak sejati
Malampun kunang-kunang tak lagi tampak
Setelah dipuji hilang tak balas budi
Cahaya terangnya selalu di kagumi tapi….
Saat diperlukan tak lagi menerangi
Aku jadi teringat akan dirinya
Yang melupakan sahaya
Yang membawanya ke cahaya suci
Malah berbalik muka , melempar lara di hati
Seakan diberi munyak kasturi
Dibalas oleh kotoran sapi
Diberi madu malah meracuni
Mungkin sakit dibadan bisa terobati
Tapi lara dihati takkan mudah terobati
Wahai sahabat tak sejati…