menu

Senin, 22 Juni 2015

Laporan Mini Riset

LAPORAN MINI RISET
TRADISI BARITAN DI DESA KALIBALIK 
KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN BATANG
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah :  Islam dan Budaya Jawa
Dosen Pengampu : M. Rikza Chamami, M.Si



Disusun oleh :
Maulida Rani Safitri   (123411067)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015
I.                   PENDAHULUAN
Di Indonesia ada baragam kebudayaan,terutama di daerah Jawa. Salah satunya adalah tradisi baritan. Baritan menjadi rutinitas sebagian besar masyarakat setiap tahun pada bulan dan hari yang telah ditentukan. Tradisi ini merupakan ritual yang ditujukan agar masyarakat terhindar dari  Balak dan Bencana, sehingga kehidupan senantiasa aman, tentram dan damai. Upacara ini menciptakan ciri khas kebudayaan masyarakat setempat dan mempunyai daya tarik tertentu yang masyur di masyarakat. Tulisan ini merupakan hasil dari penelitian lapangan tentang tradisi baritan di Desa Kalibalik Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang. Permasalahan yang yang akan dikaji yaitu : a) Apakah  yang dimaksud dengan upacara baritan di Desa Kalibalik?  b) Bagaimanakah bentuk tradisi upacara baritan?

II.                LANDASAN TEORI
Tradisi Baritan merupakan ungkapan ritual yang ditujukan agar masyarakat terhindar dari Balak dan Bencana. Upacara Baritan diselenggarakan setiap tahun sekali pada bulan Sura. Kelengkapan sesaji menjadi syarat penting dalam tradisi Baritan. Sesaji dalam tradisi Baritan terdiri dari: tumpeng dan lauk-pauk. Tradisi Baritan di Desa Kalibalik masih berkembang hingga sekarang, karena tradisi Baritan dipercaya sebagai suatu tradisi yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Desa Kalibalik. Warga masyarakat Batang sendiri selalu melestarikan kebudayaan adat istiadat Jawa yang telah diturunkan oleh nenek moyang.
Upacara Baritan bagi masyarakat Desa Kalibalik harus selalu dilestarikan. Masyarakat percaya apabila tradisi Baritan tidak dilaksanakan, maka akan terjadi hal buruk atau bencana menimpa daerah mereka, sedangkan apabila selalu dilaksanakan kehidupan senantiasa aman, tentram dan damai.
Bentuk tradisi Baritan di Desa Kalibalik diantaranya bergadang bersama dan doa bersama di perempatan jalan agar masyarakat terhindar dari musibah. Alasan peneliti mengadakan penelitian mengenai upacara Baritan di Desa Kalibalik karena upacara Baritan merupakan upacara tradisi yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Desa Kalibalik, yang sebagian besar masih percaya pada tradisi nenek moyang.

III.             KONDISI LAPANGAN
A.    Upacara Baritan Di Desa Kalibalik
Baritan merupakan salah satu upacara tahunan yang diadakan oleh masyarakat Batang tepatnya di Desa Kalibalik Khususnya Masyarakat Kejawen.
Dilihat dari arti kata, Baritan merupakan singkatan dari “mbubarake Peri lan Setan” (membubarkan peri dan setan). Sesuai dengan makna kepanjangannya, Baritan memang sebuah ritual yang ditujukan agar masyarakat setempat terhindar dari Balak dan Bencana, sehingga kehidupan senantiasa aman, tentram dan damai.
Upacara Baritan dilakukan setahun sekali setiap 1 Muharram. Upacara Baritan yang di lakukan di Desa Kalibalik ini merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang yang dipercayai sebagai ritual tolak balak atau ritual agar terhindar dari bencana. 
B.     Bentuk Upacara Baritan     
        Bentuk upacara Baritan ini berupa pembuatan nasi tumpeng beserta lauk pauknya, do’a bersama yang dilakukan oleh warga Desa Kalibalik dan begadang bersama sampai pagi, atau biasa disebut lek-lekkan .
Rirual upacara baritan ini di lakukan oleh bapak bapak atau kaum laki laki warga desa Kalibalik, sedang kan tugas para ibu ibu ialah menyiapkan nasi tumpeng beserta lauk pauknya.
            Upacara Baritan dilakukan di perempatan jalan Desa Kalibalik. Maksud dan tujuan diselenggarakannya upacara Baritan adalah memohon kepada Tuhan yang Maha Esa agar masyarakat setempat dijauhkan dari musibah dan marabahaya.
Jalannya Upacara sendiri, yaitu  anggota masyarakat mengirimkan atau mengumpulkan nasi tumpeng. Sedangkan yang tidak membuat tumpeng, mengumpulkan kue-kue atau buah-buahan. Tumpeng, kue-kue, atau buah-buahan tersebut dikumpulkan di suatu perempatan jalan yang telah ditentukan sebagai tempat pelaksanaan upacara Baritan.
Setelah semua anggota masyarakat kumpul, salah seorang sesepuh setempat memimpin tahlilan dan doa yang isinya memohon kepada Allah agar mereka terhindar dari bencana.
Seusai upacara, sesaji berupa nasi tumpeng, kue, dan buah-buahan dihajatkan kepada orang-orang tua yang berhak menerimanya dan kepada anak-anak yang berkerumun di sana, istilahnya bancakan.



IV.             ANALISA LAPANGAN
Menurut Bapak Solikhin (wawancara 29 Mei 2015) desa Kalibalik, Rt 01/04 Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang beliau memaparkan sedikit tentang baritan. Beliau menjelaskan tentang waktu pelaksanaan yang biasa rutin dilaksanakan pada malam 1 Muharram. Beliau menambahi bahwa kegiatan baritan patut dilestarikan dan dilaksanakan rutin. Kegunaan yang mendasar dari kegiatan baritan itu sendiri adalah berdoa agar diberi keselamatan dan bertambah berkah dari Allah SWT. Akan tetapi, juga sebagai perekat kebersamaan sesama warga desa mulai dari anak-anak, dewasa, dan lanjut usia. Mereka guyub dan rukun mempersiapkan dengan gembira dan berlomba-lomba mencari pahala untuk menyambut acara baritan tersebut.
Berbeda halnya dengan masyarakat Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang tata cara baritan. Masyarakat disana biasa melakukan baritan kurun waktu sebulan sekali, lebih tepatnya saat malam jum’at kliwon. Tujuannya sama yakni berdoa untuk keselamatan dan mencari keberkahan. Namun, tradisi lek-lekan agak dikurangi, karena efisien untuk istirahat terlebih dulu guna besok melanjutkan aktivitas kerja masing-masing individu secara maksimal.
Dalam hal ini, baritan masih dilestarikan sebagai budaya leluhur yang memberi sugesti positif  kepada masyarakat daerah tersebut agar terciptanya keamanan dan kerukunan sesama warga. Meskipun terdapat sedikit perbedaan dalam tata cara pelaksanaannya, tradisi baritan yang masih dilakukan, menunjukkan kesadaran masyarakat akan pelestarian tradisi leluhur turun-temurun di daerah tersebut.


V.                KESIMPULAN
Upacara Baritan yang dilakukan oleh warga Desa Kalibalik merupakan sebuah ritual tolak balak atau  agar terhindar dari bencana. Upacara Baritan dilakuka setiap 1 Muharram atau lebih tepatnya malam 1 suro. Ritual ini dilakukan di perempatan jalan yang telah ditentukan oleh warga, setelah warga semua berkumpul, dilakukan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh warga setempat. Seusai upacara, sesaji berupa nasi tumpeng, kue, dan buah-buahan dihajatkan kepada orang-orang tua yang berhak menerimanya dan kepada anak-anak yang berkerumun di sana, istilahnya bancakan.
Warga Desa Kalibalik percaya, bahwa dengan melakukan ritual upacara baritan, kehidupan senantiasa aman, tentram dan damai. Apabila tradisi Baritan tidak dilaksanakan, maka akan terjadi hal buruk atau bencana menimpa daerah mereka.











BIODATA

Nama                                       : Maulida Rani Safitri
NIM                                        : 123411067
Jurusan/Prodi                          : Pendidikan Bahasa Inggris
Tempat, Tanggal Lahir            : Batang, 07 November 1994
Riwayat Pendidikan               : SD Kalibalik 02, Batang
                                                  MTs Nurul Huda Banyuputih, Batang
                                                  MA NU 01 Banyuputih, Batang
                                                  S1 UIN Walisongo, Semarang
Alamat                                    : Kalibalik, 01/04, Kec. Banyuputih, Kab. Batang
Phone number                         : 085 641 479 047
E-mail                                      : ra_ni79@yahoo.co.id
Facebook                                 : Maulida Rani Safitri
Twitter                                     : @rany_maulida

Tidak ada komentar:

Posting Komentar