LAPORAN MINI RISET
TRADISI
BARITAN DI DESA KALIBALIK
KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN BATANG
Disusun
Guna Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah : Islam dan Budaya Jawa
Dosen
Pengampu : M. Rikza Chamami, M.Si
Disusun
oleh :
Maulida
Rani Safitri (123411067)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH
DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM
NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015
I.
PENDAHULUAN
Di Indonesia ada baragam kebudayaan,terutama
di daerah Jawa. Salah satunya adalah tradisi baritan. Baritan menjadi rutinitas
sebagian besar masyarakat setiap tahun pada bulan dan hari yang telah
ditentukan. Tradisi ini merupakan ritual yang ditujukan agar masyarakat terhindar
dari Balak dan Bencana, sehingga kehidupan senantiasa aman, tentram
dan damai. Upacara ini menciptakan ciri khas kebudayaan masyarakat setempat dan
mempunyai daya tarik tertentu yang masyur di masyarakat. Tulisan ini merupakan
hasil dari penelitian lapangan tentang tradisi baritan di Desa Kalibalik
Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang. Permasalahan yang yang akan dikaji
yaitu : a) Apakah yang dimaksud dengan
upacara baritan di Desa Kalibalik? b)
Bagaimanakah bentuk tradisi upacara baritan?
II.
LANDASAN
TEORI
Tradisi Baritan merupakan ungkapan ritual
yang ditujukan agar masyarakat terhindar dari Balak dan Bencana.
Upacara Baritan diselenggarakan setiap tahun sekali pada bulan Sura.
Kelengkapan sesaji menjadi syarat penting dalam tradisi Baritan. Sesaji dalam
tradisi Baritan terdiri dari: tumpeng dan lauk-pauk. Tradisi Baritan di Desa
Kalibalik masih berkembang hingga sekarang, karena tradisi Baritan dipercaya
sebagai suatu tradisi yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat,
khususnya masyarakat Desa Kalibalik. Warga masyarakat Batang sendiri selalu
melestarikan kebudayaan adat istiadat Jawa yang telah diturunkan oleh nenek
moyang.
Upacara Baritan bagi masyarakat Desa
Kalibalik harus selalu dilestarikan. Masyarakat percaya apabila tradisi Baritan
tidak dilaksanakan, maka akan terjadi hal buruk atau bencana menimpa daerah
mereka, sedangkan apabila selalu dilaksanakan kehidupan senantiasa aman,
tentram dan damai.
Bentuk tradisi Baritan di Desa Kalibalik
diantaranya bergadang bersama dan doa bersama di perempatan jalan agar
masyarakat terhindar dari musibah. Alasan peneliti mengadakan penelitian mengenai
upacara Baritan di Desa Kalibalik karena upacara Baritan merupakan upacara
tradisi yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Desa Kalibalik, yang
sebagian besar masih percaya pada tradisi nenek moyang.
III.
KONDISI
LAPANGAN
A.
Upacara
Baritan Di Desa Kalibalik
Baritan merupakan salah satu upacara
tahunan yang diadakan oleh masyarakat Batang tepatnya di Desa Kalibalik
Khususnya Masyarakat Kejawen.
Dilihat dari arti kata, Baritan
merupakan singkatan dari “mbubarake Peri lan Setan” (membubarkan peri dan
setan). Sesuai dengan makna kepanjangannya, Baritan memang sebuah ritual yang
ditujukan agar masyarakat setempat terhindar dari Balak dan Bencana, sehingga
kehidupan senantiasa aman, tentram dan damai.
Upacara Baritan dilakukan setahun sekali
setiap 1 Muharram. Upacara Baritan yang di lakukan di Desa Kalibalik ini
merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang yang dipercayai sebagai ritual
tolak balak atau ritual agar terhindar dari bencana.
B.
Bentuk
Upacara Baritan
Bentuk upacara Baritan ini berupa
pembuatan nasi tumpeng beserta lauk pauknya, do’a bersama yang dilakukan oleh
warga Desa Kalibalik dan begadang bersama sampai pagi, atau biasa disebut lek-lekkan
.
Rirual upacara baritan ini di lakukan
oleh bapak bapak atau kaum laki laki warga desa Kalibalik, sedang kan tugas
para ibu ibu ialah menyiapkan nasi tumpeng beserta lauk pauknya.
Upacara Baritan dilakukan di
perempatan jalan Desa Kalibalik. Maksud dan tujuan diselenggarakannya upacara
Baritan adalah memohon kepada Tuhan yang Maha Esa agar masyarakat setempat
dijauhkan dari musibah dan marabahaya.
Jalannya Upacara sendiri, yaitu anggota masyarakat mengirimkan atau
mengumpulkan nasi tumpeng. Sedangkan yang tidak membuat tumpeng, mengumpulkan
kue-kue atau buah-buahan. Tumpeng, kue-kue, atau buah-buahan tersebut
dikumpulkan di suatu perempatan jalan yang telah ditentukan sebagai tempat
pelaksanaan upacara Baritan.
Setelah semua anggota masyarakat kumpul,
salah seorang sesepuh setempat memimpin tahlilan dan doa yang isinya memohon
kepada Allah agar mereka terhindar dari bencana.
Seusai upacara, sesaji berupa nasi
tumpeng, kue, dan buah-buahan dihajatkan kepada orang-orang tua yang berhak
menerimanya dan kepada anak-anak yang berkerumun di sana, istilahnya bancakan.
IV.
ANALISA
LAPANGAN
Menurut Bapak Solikhin (wawancara 29 Mei
2015) desa Kalibalik, Rt 01/04 Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang beliau
memaparkan sedikit tentang baritan. Beliau menjelaskan tentang waktu
pelaksanaan yang biasa rutin dilaksanakan pada malam 1 Muharram. Beliau
menambahi bahwa kegiatan baritan patut dilestarikan dan dilaksanakan rutin.
Kegunaan yang mendasar dari kegiatan baritan itu sendiri adalah berdoa agar
diberi keselamatan dan bertambah berkah dari Allah SWT. Akan tetapi, juga
sebagai perekat kebersamaan sesama warga desa mulai dari anak-anak, dewasa, dan
lanjut usia. Mereka guyub dan rukun mempersiapkan dengan gembira dan
berlomba-lomba mencari pahala untuk menyambut acara baritan tersebut.
Berbeda halnya dengan masyarakat Kecamatan
Gringsing Kabupaten Batang tata cara baritan. Masyarakat disana biasa melakukan
baritan kurun waktu sebulan sekali, lebih tepatnya saat malam jum’at kliwon.
Tujuannya sama yakni berdoa untuk keselamatan dan mencari keberkahan. Namun,
tradisi lek-lekan agak dikurangi, karena efisien untuk istirahat terlebih dulu
guna besok melanjutkan aktivitas kerja masing-masing individu secara maksimal.
Dalam hal ini, baritan masih
dilestarikan sebagai budaya leluhur yang memberi sugesti positif kepada masyarakat daerah tersebut agar
terciptanya keamanan dan kerukunan sesama warga. Meskipun terdapat sedikit
perbedaan dalam tata cara pelaksanaannya, tradisi baritan yang masih dilakukan,
menunjukkan kesadaran masyarakat akan pelestarian tradisi leluhur turun-temurun
di daerah tersebut.
V.
KESIMPULAN
Upacara Baritan yang dilakukan oleh
warga Desa Kalibalik merupakan sebuah ritual tolak balak atau agar terhindar dari bencana. Upacara Baritan
dilakuka setiap 1 Muharram atau lebih tepatnya malam 1 suro. Ritual ini
dilakukan di perempatan jalan yang telah ditentukan oleh warga, setelah warga
semua berkumpul, dilakukan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh
warga setempat. Seusai upacara, sesaji berupa nasi tumpeng, kue, dan
buah-buahan dihajatkan kepada orang-orang tua yang berhak menerimanya dan
kepada anak-anak yang berkerumun di sana, istilahnya bancakan.
Warga Desa Kalibalik percaya, bahwa
dengan melakukan ritual upacara baritan, kehidupan senantiasa aman, tentram dan
damai. Apabila tradisi Baritan tidak dilaksanakan, maka akan terjadi hal buruk
atau bencana menimpa daerah mereka.
BIODATA
Nama : Maulida
Rani Safitri
NIM : 123411067
Jurusan/Prodi : Pendidikan Bahasa Inggris
Tempat, Tanggal Lahir : Batang, 07 November 1994
Riwayat Pendidikan : SD Kalibalik 02, Batang
MTs Nurul Huda Banyuputih, Batang
MA NU 01 Banyuputih, Batang
S1 UIN Walisongo, Semarang
Alamat : Kalibalik, 01/04, Kec. Banyuputih, Kab. Batang
NIM : 123411067
Jurusan/Prodi : Pendidikan Bahasa Inggris
Tempat, Tanggal Lahir : Batang, 07 November 1994
Riwayat Pendidikan : SD Kalibalik 02, Batang
MTs Nurul Huda Banyuputih, Batang
MA NU 01 Banyuputih, Batang
S1 UIN Walisongo, Semarang
Alamat : Kalibalik, 01/04, Kec. Banyuputih, Kab. Batang
Phone number : 085 641 479 047
E-mail : ra_ni79@yahoo.co.id
Facebook : Maulida Rani Safitri
Facebook : Maulida Rani Safitri
Twitter
: @rany_maulida

Tidak ada komentar:
Posting Komentar